bagaimana-kondisi-terkini-di-sibolga-yang-diterpa-banjir-bandang

Bagaimana Kondisi Terkini di Sibolga Yang Diterpa Banjir Bandang. Kota Sibolga, Sumatera Utara, masih bergulat dengan sisa-sisa kehancuran setelah banjir bandang dan longsor hebat melanda sejak Senin malam, 24 November 2025. Bencana ini, yang dipicu hujan deras intensitas tinggi, telah sebabkan 8 korban jiwa dan 21 orang hilang di wilayah kota, bagian dari total 25 tewas dan 52 hilang di seluruh Sumatera Utara. Air deras setinggi 2,5 meter menyapu jalan utama, rumah, dan infrastruktur, isolasi ribuan warga dan putuskan akses ke Tapanuli Tengah. Hingga Rabu malam, 26 November, Basarnas intensifkan pencarian, sementara listrik dan telekomunikasi padam total di banyak titik. Kondisi terkini mulai membaik dengan air surut di sebagian area, tapi tantangan evakuasi dan bantuan logistik tetap jadi prioritas utama di tengah cuaca buruk yang belum reda. INFO CASINO

Dampak Korban dan Kerusakan: 8 Jiwa Raib, Ribuan Mengungsi: Bagaimana Kondisi Terkini di Sibolga Yang Diterpa Banjir Bandang

Sibolga jadi pusat bencana, dengan Kecamatan Sibolga Selatan paling parah: delapan warga tewas dan 21 hilang, termasuk M. Azhar Hasibuan, Ketua Pengadilan Agama setempat yang sempat dicatat lost contact tapi selamat. Total korban luka mencapai 17 orang, kebanyakan tertimpa material longsor atau terluka saat evakuasi. Di Tapanuli Tengah, banjir bandang hantam Kecamatan Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Sibabangun, Tapian Nauli, dan Kolang—sebabkan lima tewas dan enam longsor fatal. Rumah rusak berat 17 unit, sementara 1.952 kepala keluarga (KK) terdampak, atau sekitar 5.000 jiwa. Jembatan Fransiskus putus, Jalan Sibuluan Nauli terendam, dan Simpang Tukka-Sibuluan Baru jadi lumpur tebal. Di Tapanuli Selatan, 12 tewas dari 11 kecamatan seperti Sipirok dan Marancar, dengan longsor tutup akses ke Hapesong Baru. Pengungsi capai 1.168 orang di shelter seperti GOR Pandan dan SMPN 5 Parombunan, tapi ribuan lagi bertahan di atap rumah.

Kondisi Lapangan: Air Surut Perlahan, Tapi Akses Masih Terputus: Bagaimana Kondisi Terkini di Sibolga Yang Diterpa Banjir Bandang

Hingga Rabu malam, air mulai surut di titik-titik seperti Jalan Sibuluan Nauli dan Pondok Batu, tapi genangan masih setinggi 1 meter di pusat kota. Akses jalan utama ke Tapanuli Tengah putus total, paksa tim SAR gunakan perahu karet dan helikopter. Telekomunikasi lumpuh sejak Selasa siang—semua jaringan Telkomsel tak bisa diakses di Pandan dan sekitar—buat koordinasi sulit. Listrik padam sejak siang kemarin, tinggalkan warga gelap gulita dan rawan sengatan saat banjir. Cuaca buruk hambat operasi: hujan deras pukul 05.00 WIB Selasa picu debit ekstrem Bendungan PLTA Sipan Sipahoras dibuka, tambah aliran air. Di Sibolga Utara, Sambas, dan Kota, longsor Matauli tutup jalur, sementara gelombang laut tinggi isolasi pantai. WALHI Sumut sebut hutan gundul dan drainase buruk jadi biang kerok, soroti risiko tinggi bencana di wilayah ini menurut kajian 2022-2026.

Respons Basarnas dan Pemerintah: Pencarian Intensif dan Bantuan Logistik

Basarnas gerakkan Tim Rescue Pos SAR Sibolga, ABK KN SAR Nakula, plus dukungan dari Nias dan Medan—total 300 personel Kodam I/Bukit Barisan bantu evakuasi. Hingga Rabu malam, enam jasad dievakuasi dari Parsariran dan Hapesong Baru, sementara pencarian 21 hilang di Sibolga lanjut meski cuaca buruk. BPBD Sumut siapkan tiga pengungsian utama: GOR Pandan (200 orang), SMPN 5 Parombunan, dan RS Bhayangkara Batang Toru. Gubernur Sumut Hasan Basri Sidik instruksikan percepatan bantuan: makanan, air bersih, dan tenda untuk 5.000 pengungsi. PLN aktifkan Siaga Kelistrikan, isolasi jaringan rusak di Sibolga-Tapanuli, sementara alat berat mulai bersihkan longsor. Polda Sumut catat 175 korban total (termasuk luka), dengan fokus evakuasi aman. WALHI dorong pemerintah perbaiki drainase dan reboisasi untuk cegah ulang.

Kesimpulan

Kondisi terkini di Sibolga pasca-banjir bandang mulai stabil dengan air surut dan evakuasi lanjut, tapi 8 jiwa raib dan 21 hilang jadi luka dalam yang butuh pemulihan cepat. Dari longsor mematikan di Tapanuli hingga putusnya akses dan listrik, bencana ini soroti kerentanan wilayah pegunungan Sumut terhadap cuaca ekstrem. Respons Basarnas dan pemerintah tunjukkan ketangguhan, tapi WALHI benar: hutan gundul dan infrastruktur usang harus diperbaiki segera. Saat hujan reda, Sibolga bangkit lagi—dengan bantuan logistik mengalir dan pencarian tak henti. Bagi ribuan terdampak, harapannya tak cuma bertahan, tapi pulih total. Di Sumatera Utara rawan bencana, kejadian ini jadi pelajaran pahit: siaga dini dan mitigasi lingkungan kunci selamatkan nyawa.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *