penyebab-utama-pembuat-kebakaran-apartemen-hong-kong

Penyebab Utama Pembuat Kebakaran Apartemen Hong Kong. Kebakaran dahsyat di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, yang tewaskan 94 orang hingga Jumat pagi, 28 November 2025, kini terungkap penyebab utamanya: kelalaian renovasi yang ceroboh. Api bermula Rabu sore dari scaffolding bambu di Wang Cheong House, cepat melahap tujuh dari delapan menara setinggi 31 lantai. Lebih dari 270 orang masih hilang, sementara 900 penghuni mengungsi. Investigasi awal tunjukkan material mudah terbakar seperti polistirena busa dan jaring plastik jadi pemicu utama penyebaran. Polisi tangkap tiga petinggi konstruksi atas dugaan pembunuhan berencana kelalaian, di tengah tuntutan warga untuk audit keselamatan nasional. Ini kebakaran paling mematikan di Hong Kong sejak 1957. REVIEW KOMIK

Scaffolding Bambu dan Material Mudah Terbakar: Penyebab Utama Pembuat Kebakaran Apartemen Hong Kong

Penyebab utama api adalah scaffolding bambu yang dipasang untuk renovasi eksterior senilai 42,43 juta dolar Hong Kong. Api pertama terdeteksi pukul 14.51 di Wang Cheong House, diduga dari percikan di struktur bambu itu. Bambu, yang masih dipakai meski China daratan larang sejak 2021 karena mudah terbakar, tutup jaring hijau dan terpal plastik—bahan non-combustible tapi rapuh saat panas. Api lompat cepat antar gedung via scaffolding, capai level alarm 5 pukul 18.22. Polistirena busa di dinding luar, dipakai isolasi, meleleh dan bantu api naik ke lantai atas—fenomena “chimney effect” yang percepat penyebaran. Saksi bilang api “lompat seperti api unggun” antar menara, genangi kompleks rumah bagi 4.800 jiwa mayoritas lansia.

Renovasi Ceroboh dan Kelalaian Kontraktor: Penyebab Utama Pembuat Kebakaran Apartemen Hong Kong

Renovasi ini bagian program pemerintah untuk perumahan subsidi, tapi kelalaian kontraktor jadi biang kerok. Banyak warga tutup jendela rapat lindungi debu kerja, jadi asap terperangkap tanpa peringatan. Alarm kebakaran tak berbunyi efektif—seorang pensiunan 83 tahun bilang, “Kalau ada yang tidur, selesai sudah.” Mantan dewan Tai Po, Herman Yiu Kwan-ho, tuduh kolusi: kontraktor pilih material murah tak penuhi standar api, abaikan protokol evakuasi. Polisi tangkap dua direktur dan satu konsultan teknik Kamis pagi atas pembunuhan berencana kelalaian—mereka interogasi 48 jam soal penggunaan busa polistirena yang meleleh cepat. Fire Services Department konfirmasi scaffolding tutup 80% gedung, hambat akses pemadam yang dikerahkan 200 unit.

Respons Pemerintah dan Investigasi Lanjutan

Chief Executive John Lee umumkan dana darurat 300 juta dolar Hong Kong untuk rekonstruksi, medis, dan psikolog—termasuk bantuan korban WNI yang dua tewas. ICAC bentuk task force selidiki korupsi kontrak, sementara Fire Services tutup kompleks untuk forensik. Lee janji audit keselamatan nasional, termasuk fase out scaffolding bambu. Warga protes: “Jangan ulangi Grenfell Tower,” kata kelompok advokasi. Sukarelawan bagi makanan dan obat di penampungan, tapi keluarga korban tuntut akses cari barang. Investigasi paralel soroti cuaca kering—peringatan api merah dari Observatory—tapi fokus utama renovasi.

Kesimpulan

Penyebab utama kebakaran Wang Fuk Court adalah scaffolding bambu dan material mudah terbakar selama renovasi ceroboh, yang picu penyebaran cepat dan tewaskan 94 orang. Dari busa polistirena yang meleleh sampai jendela tertutup, kelalaian ini hancurkan ribuan hidup. Penangkapan tiga petinggi langkah awal, tapi investigasi harus telus untuk cegah tragedi. Pemerintah janji reformasi, tapi warga butuh akuntabilitas nyata. Di kota padat seperti Hong Kong, keselamatan renovasi bukan opsional—ia keharusan. Semoga korban selamat temukan kedamaian, dan pelajaran ini selamatkan nyawa masa depan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *