Banyak Warga Menyerbu Planetarium di TIM. Planetarium di kawasan Taman Ismail Marzuki kembali ramai diserbu ribuan pengunjung sejak dibuka untuk umum pada 25 Desember 2025 lalu, setelah vakum lebih dari 13 tahun akibat renovasi panjang. Fasilitas edukasi astronomi ini langsung menjadi magnet wisata liburan akhir tahun dan awal 2026, terutama bagi keluarga serta pelajar yang ingin menikmati simulasi langit malam dengan teknologi modern. Antrean mengular dan tiket cepat habis menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat, membuat lokasi ini salah satu destinasi terpanas di Jakarta saat ini. INFO SLOT
Antusiasme Pengunjung yang Membludak: Banyak Warga Menyerbu Planetarium di TIM
Sejak hari pertama dibuka, pengunjung datang dari berbagai daerah, termasuk luar Jakarta, rela berangkat pagi-pagi untuk mengantre tiket. Banyak yang tiba sejak pukul lima subuh demi mendapatkan kuota on the spot, meski sering kehabisan. Libur sekolah menjadi pendorong utama, dengan orang tua membawa anak-anak untuk pengalaman edukatif yang langka. Pertunjukan simulasi tata surya dan fenomena langit malam membuat pengunjung terpesona, terlihat dari reaksi antusias selama sesi berlangsung. Kapasitas sekitar 200 kursi per sesi tak mampu menampung lonjakan, sehingga banyak yang gigit jari meski sudah mengantre berjam-jam.
Sistem Tiket dan Penyesuaian Pengelola: Banyak Warga Menyerbu Planetarium di TIM
Awalnya tiket hanya dijual daring dan ludes dalam hitungan menit, bahkan hingga akhir Desember 2025. Keluhan masyarakat mendorong penyesuaian cepat, dengan pembagian kuota 50 persen online dan 50 persen langsung di lokasi mulai akhir Desember. Harga tetap terjangkau, Rp10.000 untuk umum hingga April 2026, sementara pelajar gratis hingga Maret 2026 dengan bukti identitas valid. Pembelian daring melalui platform resmi dibuka H-1, sementara offline mulai pagi di counter khusus. Penyesuaian ini membantu lebih banyak pengunjung masuk, meski antrean tetap panjang dan tiket sering sold out hingga pertengahan Januari 2026.
Fasilitas Modern yang Menarik Perhatian
Renovasi menghadirkan teknologi terkini, seperti proyeksi digital imersif dan elemen interaktif yang membuat simulasi alam semesta lebih hidup. Durasi pertunjukan sekitar 45-60 menit menyuguhkan materi dari pembentukan tata surya hingga riwayat bintang, cocok untuk semua umur. Ruang teater berkubah nyaman dengan kursi baru, ditambah area tunggu ber-AC dan pameran pendukung. Promo gratis untuk pelajar semakin menarik kelompok sekolah, meski sesi reguler tetap prioritas umum. Operasional harian kecuali Senin dan libur nasional, dengan beberapa sesi per hari, memastikan akses lebih luas.
Kesimpulan
Lonjakan pengunjung ke planetarium di Taman Ismail Marzuki membuktikan minat tinggi masyarakat terhadap wisata edukasi sains, terutama pasca renovasi yang menyegarkan fasilitas ini. Dengan harga murah dan akses gratis bagi pelajar, destinasi ini menjadi pilihan ideal mengisi liburan sambil belajar tentang alam semesta. Penyesuaian sistem tiket menunjukkan respons cepat pengelola terhadap antusiasme publik. Kunjungan ini tak hanya menghibur, tapi juga menginspirasi generasi muda mencintai astronomi, membuat planetarium kembali jadi ikon edukasi di tengah kota.