IHSG Dibuka Hijau di 8.121 Pagi Ini

IHSG Dibuka Hijau di 8.121 Pagi Ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, langsung melesat ke level 8.121 di menit-menit pertama. Kenaikan sekitar 0,8 persen dari penutupan kemarin di 8.058 ini menjadi awal yang positif di tengah sentimen global yang mulai membaik. Investor tampak optimis setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi dan pelemahan dolar AS, ditambah dukungan dari aliran dana asing yang kembali masuk ke pasar saham Indonesia. Meski masih pagi, indeks sudah menembus resistance psikologis 8.100, menandakan potensi lanjutan penguatan jika volume perdagangan tetap kuat. MAKNA LAGU

Faktor Penggerak Penguatan IHSG: IHSG Dibuka Hijau di 8.121 Pagi Ini

Penguatan IHSG pagi ini didorong beberapa katalis utama. Pertama, pelemahan indeks dolar AS yang turun ke level terendah dalam dua bulan terakhir membuat aset emerging market seperti Indonesia lebih menarik. Investor asing mencatat net buy sekitar Rp 1,2 triliun di sesi pertama, terutama pada saham-saham blue chip sektor perbankan dan konsumer. Saham BBCA, BMRI, dan BBRI langsung menguat 1,5–2,5 persen, menjadi penopang utama indeks.
Kedua, data inflasi AS Januari 2026 yang hanya naik 2,9 persen year-on-year—lebih rendah dari perkiraan 3,1 persen—meningkatkan harapan pemangkasan suku bunga The Fed lebih cepat. Ini membuat yield obligasi AS turun, sehingga dana asing kembali mengalir ke pasar saham Asia. Di sisi domestik, rilis pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 yang mencapai 5,1 persen—sedikit di atas ekspektasi—juga memberikan sentimen positif. Investor melihat ini sebagai bukti ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global.
Selain itu, harga komoditas seperti batu bara dan nikel yang mulai stabil setelah penurunan tajam di Januari turut mendukung saham-saham tambang. ADRO dan ANTM naik signifikan di pembukaan, sementara sektor energi seperti PGAS dan MEDC juga ikut menguat.

Performa Sektor dan Saham Unggulan: IHSG Dibuka Hijau di 8.121 Pagi Ini

Di sektor keuangan, hampir semua bank besar bergerak positif. BBCA memimpin dengan kenaikan 2,1 persen, diikuti BMRI 1,8 persen, dan BBNI 1,6 persen. Sektor konsumer juga cerah; UNVR dan ICBP naik lebih dari 1,5 persen, didorong ekspektasi konsumsi rumah tangga yang membaik pasca-libur akhir tahun.
Saham teknologi dan ritel seperti GOTO dan AMRT juga menunjukkan perbaikan, masing-masing naik 2–3 persen. Di sisi lain, sektor tambang masih bercampur: saham nikel seperti NCKL menguat tajam karena sentimen harga global, tapi beberapa saham batu bara seperti ITMG justru terkoreksi ringan.
Volume perdagangan pagi ini sudah mencapai Rp 3,5 triliun dengan net buy asing mendominasi. Dari 900-an saham yang aktif, sekitar 420 saham naik, 120 turun, dan sisanya stagnan. Ini menunjukkan breadth pasar yang cukup kuat, tidak hanya didorong segelintir saham besar.

Kesimpulan

Pembukaan IHSG di level 8.121 pagi ini memberikan sinyal positif bahwa pasar saham Indonesia mulai pulih dari tekanan Januari lalu. Dukungan dari aliran dana asing, pelemahan dolar, dan data ekonomi domestik yang solid menjadi pendorong utama. Jika sentimen ini bertahan sepanjang hari dan volume tetap tinggi, indeks berpotensi menguji level 8.200–8.250 dalam waktu dekat.
Namun, investor tetap perlu waspada terhadap risiko eksternal seperti gejolak geopolitik atau pembalikan sentimen global. Untuk hari ini, fokus pada saham-saham blue chip dan sektor defensif bisa menjadi strategi aman di tengah volatilitas yang masih mungkin muncul. Pasar saham Indonesia tampaknya kembali menemukan ritme positif, setidaknya untuk sementara waktu.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *