Demo Buruh KSPI di Medan Merdeka 5 Februari. Ribuan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, pada Kamis 5 Februari 2026. Aksi yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 sebesar 15 persen, penghapusan outsourcing, dan penolakan terhadap revisi UU Cipta Kerja yang dianggap merugikan pekerja. Demo berlangsung damai meski sempat memadati Jalan Medan Merdeka Barat hingga depan Istana Negara. Polisi menurunkan sekitar 2.500 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi. INFO GAME
Peserta dan Tuntutan Utama: Demo Buruh KSPI di Medan Merdeka 5 Februari
Aksi ini diikuti sekitar 8.000–10.000 buruh dari berbagai sektor industri, transportasi, tekstil, dan manufaktur di Jabodetabek. Presiden KSPI Said Iqbal memimpin langsung orasi di atas mobil komando. Tuntutan pokok yang disuarakan:
Kenaikan UMP 2026 minimal 15 persen atau sesuai formula inflasi plus pertumbuhan ekonomi riil.
Penghapusan total outsourcing dan alih daya yang dianggap memperburuk kondisi kerja.
Penolakan revisi UU Cipta Kerja yang sedang dibahas di DPR, khususnya pasal-pasal yang mengurangi hak pesangon dan cuti.
Penurunan harga bahan pokok dan stabilisasi harga BBM nonsubsidi.
Buruh juga membawa spanduk bertuliskan “Upah Naik, Outsourcing Hapus” dan “Tolak Revisi UU Cipta Kerja”. Orasi berlangsung sekitar tiga jam dengan interupsi doa bersama dan nyanyian perjuangan buruh.
Jalannya Aksi dan Pengamanan: Demo Buruh KSPI di Medan Merdeka 5 Februari
Demo berlangsung tertib sejak pagi. Massa berkumpul dari arah Harmoni dan Sarinah, kemudian bergerak ke Medan Merdeka Barat. Puncak aksi terjadi pukul 11.00–13.00 WIB di depan Istana Negara. Tidak ada bentrok dengan aparat; polisi hanya membatasi massa agar tidak mendekati pagar Istana lebih dari 50 meter. Beberapa perwakilan KSPI diterima oleh staf Istana untuk menyampaikan petisi secara resmi.
Aksi sempat menutup sebagian Jalan Medan Merdeka Barat dan Medan Merdeka Selatan, menyebabkan kemacetan parah di sekitar Monas dan Gambir. TransJakarta mengalihkan beberapa rute koridor 2, 5, dan 9. Tidak ada laporan bentrok fisik atau kerusakan fasilitas umum. Aksi mulai bubar secara tertib pukul 15.00 WIB setelah orasi penutup dari Said Iqbal.
Reaksi Pemerintah dan Pengamat
Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan menghargai aspirasi buruh dan akan membahas tuntutan kenaikan upah dalam sidang Dewan Pengupahan Provinsi yang sedang berlangsung. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga daya beli pekerja di tengah inflasi yang terkendali.
Pengamat ekonomi dari UI menyebut tuntutan 15 persen cukup realistis mengingat pertumbuhan ekonomi 2025 di atas 5 persen dan inflasi 2,5 persen. Namun kalangan pengusaha melalui Apindo menyatakan kenaikan upah di atas 10 persen berpotensi membebani industri kecil-menengah. DPR melalui Komisi IX menyatakan akan memanggil perwakilan buruh dan pengusaha untuk mendengar aspirasi langsung.
Kesimpulan
Aksi buruh KSPI di Medan Merdeka pada 5 Februari 2026 berlangsung damai dan tertib, menunjukkan kekuatan organisasi buruh dalam menyuarakan aspirasi. Tuntutan kenaikan upah 15 persen, penghapusan outsourcing, dan penolakan revisi UU Cipta Kerja menjadi sorotan utama. Respons pemerintah yang terbuka untuk dialog memberikan harapan bahwa aspirasi buruh bisa dibahas secara konstruktif. Meski aksi hanya sehari, pesan yang disampaikan jelas: buruh tidak akan tinggal diam jika hak-hak dasar mereka terus terancam. Semoga pertemuan dengan pemerintah dan DPR bisa menghasilkan kebijakan yang lebih berpihak pada pekerja. Demo seperti ini mengingatkan bahwa suara buruh tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi yang adil.