Getaran Gempa Pacitan Bangunkan Warga Malang

Getaran Gempa Pacitan Bangunkan Warga Malang. Gempa tektonik magnitudo 6,2 yang berpusat di laut selatan Pacitan pada Jumat malam 6 Februari 2026 pukul 19.42 WIB berhasil membangunkan ribuan warga di Kota Malang dan Kabupaten Malang. Getaran terasa cukup kuat hingga intensitas III–IV MMI di sebagian besar wilayah Malang Raya, membuat banyak orang terlonjak dari tempat tidur dan langsung keluar rumah. BMKG mencatat pusat gempa pada koordinat 9,18° LS dan 111,12° BT dengan kedalaman 12 km, sehingga energi gempa menyebar luas tanpa banyak redaman. Meski tidak menimbulkan kerusakan berarti di Malang, kejadian ini menambah kekhawatiran masyarakat setelah gempa utama sebelumnya di wilayah selatan Jawa. INFO GAME

Getaran yang Terasa di Malang Raya: Getaran Gempa Pacitan Bangunkan Warga Malang

Di Kota Malang, getaran paling terasa di daerah Lowokwaru, Klojen, dan Kedungkandang bagian selatan. Warga melaporkan lampu gantung bergoyang hebat, jendela berderit, dan tempat tidur bergetar selama 20–35 detik. Banyak keluarga langsung keluar rumah membawa anak-anak dan lansia karena trauma pengalaman gempa sebelumnya. Di perumahan padat seperti Sawojajar, Dinoyo, dan Tlogomas, ratusan orang berkumpul di lapangan atau halaman masjid sambil menyalakan ponsel untuk memantau info BMKG.
Di Kabupaten Malang, wilayah Singosari, Dau, dan Karangploso juga merasakan guncangan serupa. Beberapa warga di daerah pegunungan Pujon dan Turen sempat khawatir akan longsor susulan karena tanah masih basah akibat hujan sebelumnya. Di Batu, getaran terasa lebih ringan tapi cukup membuat warga keluar rumah. Tidak ada laporan kerusakan signifikan di Malang Raya: hanya retak dinding ringan pada beberapa bangunan tua dan benda jatuh dari rak. Namun kepanikan cukup tinggi—ratusan warga berkumpul di tempat terbuka hingga subuh.

Respons Masyarakat dan Pemerintah Daerah: Getaran Gempa Pacitan Bangunkan Warga Malang

Warga Malang mayoritas melakukan evakuasi mandiri yang cepat dan tertib. Banyak keluarga langsung membawa tas darurat, selimut, dan air minum ke lapangan atau halaman masjid. Di beberapa kampus dan asrama mahasiswa, mahasiswa keluar gedung dan menunggu di area terbuka sambil memantau informasi BMKG. Media sosial dipenuhi laporan warga: “Bangun gara-gara kasur goyang”, “Lampu gantung goyang parah”, hingga “Semoga tidak ada susulan”.
BPBD Kota dan Kabupaten Malang langsung membuka posko siaga sejak pukul 20.00 WIB. Tim assessment dikerahkan ke perumahan dan gedung publik untuk pengecekan cepat. Tidak ada kerusakan berat yang dilaporkan, sehingga sebagian besar warga kembali ke rumah setelah subuh setelah memastikan tidak ada retak signifikan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui pesan singkat menyatakan bahwa Malang Raya relatif aman, tapi tetap meminta masyarakat tidak lengah terhadap gempa susulan.

Rekomendasi BMKG dan Langkah Antisipasi

BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami karena kedalaman dangkal dan tidak ada deformasi dasar laut signifikan. Namun gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan dengan magnitudo maksimal 5,5. Masyarakat diimbau:
Hindari bangunan yang retak atau rusak hingga dinyatakan aman.
Waspada longsor susulan di daerah pegunungan Malang seperti Pujon dan Dau.
Tidak percaya hoaks tentang gempa atau tsunami.
Siapkan tas darurat dan pantau informasi resmi BMKG serta BPBD setempat.
Pemerintah daerah diminta mempercepat pengecekan gedung sekolah, rumah sakit, dan gedung tinggi, serta memastikan akses jalan tetap aman. BMKG juga memprediksi potensi hujan lebat di Jawa Timur bagian selatan dalam 2–4 hari ke depan, sehingga risiko longsor susulan tetap tinggi.

Kesimpulan

Gempa M6.2 di Pacitan pada malam 6 Februari 2026 berhasil membangunkan ribuan warga Malang Raya meski tidak menimbulkan kerusakan berarti di wilayah tersebut. Getaran yang terasa hingga III–IV MMI ini menunjukkan energi gempa dangkal yang cukup kuat dan menyebar luas. Respons cepat masyarakat dengan evakuasi mandiri dan pemantauan BPBD menunjukkan tingkat kesiapsiagaan yang baik. Namun kewaspadaan terhadap gempa susulan dan longsor harus tetap dijaga tinggi, terutama di daerah pegunungan. Semoga tidak ada korban tambahan dan warga bisa kembali beraktivitas normal dengan tenang. Kejadian ini sekali lagi mengingatkan bahwa wilayah Jawa Timur bagian selatan memang rawan gempa megathrust dangkal—tetap siaga, ikuti informasi resmi, dan saling ingatkan sesama warga.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *