HPN 2026: Seminar Jurnalistik di Serang Banten

HPN 2026: Seminar Jurnalistik di Serang Banten. Seminar jurnalistik menjadi salah satu agenda paling dinanti dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Serang, Banten, pada 7–9 Februari 2026. Bertempat di salah satu ballroom utama Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), seminar ini dihadiri ribuan wartawan dari seluruh Indonesia, termasuk delegasi organisasi pers daerah, jurnalis muda, dan akademisi komunikasi. Mengusung tema besar “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, sesi-sesi seminar berfokus pada tantangan jurnalisme di era digital, literasi media, perlindungan wartawan, serta peran pers dalam mendukung pembangunan nasional. Acara ini bukan sekadar diskusi formal, tapi ruang bersama untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan mencari solusi konkret di tengah disrupsi teknologi dan tekanan ekonomi yang semakin berat. INFO GAME

Isi dan Pembicara Utama Seminar: HPN 2026: Seminar Jurnalistik di Serang Banten

Seminar dibagi menjadi beberapa panel utama yang berlangsung sepanjang dua hari. Panel pertama membahas “Jurnalisme di Tengah Banjir Informasi: Melawan Hoaks dan Disinformasi”. Narasumber dari Dewan Pers, AJI, dan pakar literasi media menekankan pentingnya verifikasi fakta berlapis dan penggunaan tools digital untuk mendeteksi hoaks. Banyak peserta menyampaikan pengalaman nyata bagaimana berita palsu pernah memicu konflik sosial di daerah mereka, sehingga muncul usulan untuk memperluas program pelatihan literasi media hingga ke tingkat desa.
Panel kedua bertema “Ekonomi Media di Era Platform: Bertahan atau Bertransformasi”. Pembicara dari perusahaan media nasional dan lokal berbagi strategi bertahan: mulai dari diversifikasi pendapatan melalui konten berbayar, kolaborasi dengan UMKM, hingga pemanfaatan AI untuk efisiensi produksi tanpa mengorbankan kualitas jurnalistik. Beberapa wartawan daerah mengeluhkan penurunan iklan konvensional, tapi ada optimisme bahwa kebijakan “No Tax for Knowledge” yang diusung di deklarasi HPN bisa meringankan beban operasional media kecil.
Panel ketiga yang paling ramai adalah “Perlindungan Hukum dan Keselamatan Wartawan”. Kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis, pasal karet dalam UU ITE, serta ancaman digital seperti doxing dan serangan siber dibahas mendalam. Perwakilan Komnas HAM dan Kepolisian hadir memberikan komitmen untuk mempercepat penanganan kasus yang menimpa wartawan. Peserta juga mendesak revisi KUHP dan UU ITE agar lebih ramah terhadap kebebasan pers, serta pembentukan mekanisme perlindungan fisik dan digital yang lebih kuat.

Partisipasi Aktif dan Suasana: HPN 2026: Seminar Jurnalistik di Serang Banten

Suasana seminar terasa hidup dengan banyaknya sesi tanya jawab yang berlangsung panjang. Wartawan muda dari daerah terpencil seperti Maluku, Papua, dan NTT aktif bertanya tentang akses pelatihan dan sertifikasi kompetensi tanpa harus ke kota besar. Ada juga sesi sharing pengalaman dari jurnalis yang pernah meliput bencana besar, seperti gempa Cianjur dan banjir bandang di berbagai daerah, yang menjadi pelajaran berharga tentang etika liputan di situasi krisis.
Di sela-sela seminar, banyak jaringan baru terbentuk. Wartawan dari NTB, Sulawesi, dan Kalimantan saling bertukar kontak untuk kolaborasi liputan lintas daerah. Beberapa kelompok kecil bahkan sepakat membuat grup kerja untuk memproduksi konten bersama tentang isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Secara keseluruhan, seminar ini berhasil menjadi ruang yang inklusif, di mana suara pers metropolitan dan daerah sama-sama terdengar.

Kesimpulan

Seminar jurnalistik di HPN 2026 Serang berhasil menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas pers Indonesia di tengah tantangan zaman. Dari melawan hoaks, mencari model ekonomi media yang berkelanjutan, hingga memperjuangkan perlindungan hukum, semua isu krusial dibahas secara mendalam dan realistis. Kehadiran ribuan wartawan dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa semangat kebersamaan pers masih kuat, meski masing-masing menghadapi masalah berbeda di daerahnya. Hasil diskusi ini diharapkan tidak hanya berhenti di Serang, tapi dibawa pulang dan diterapkan di setiap redaksi. HPN 2026 sekali lagi membuktikan bahwa pers yang sehat adalah investasi jangka panjang untuk demokrasi dan pembangunan bangsa. Semoga semangat Serang terus bergaung, dan jurnalisme Indonesia semakin tangguh menghadapi masa depan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *