BMKG Tingkatkan Status Siaga Banjir Jawa Barat

BMKG Tingkatkan Status Siaga Banjir Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan status siaga banjir di hampir seluruh wilayah Jawa Barat pada 12 Februari 2026. Peringatan dini ini berlaku hingga 15 Februari, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang bisa mencapai 100–200 mm per hari di daerah pegunungan dan dataran rendah. Curah hujan ekstrem ini dipicu oleh Monsun Asia yang masih sangat aktif, ditambah daerah konvergensi angin dan pengaruh sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Jawa. Status siaga ditingkatkan karena tanah sudah jenuh air sejak awal bulan, sehingga risiko banjir, banjir bandang, longsor, dan genangan air melonjak tajam. Wilayah seperti Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis menjadi fokus utama, dengan imbauan agar masyarakat segera bersiap menghadapi kemungkinan evakuasi. MAKNA LAGU

Penyebab Peningkatan Status Siaga: BMKG Tingkatkan Status Siaga Banjir Jawa Barat

Peningkatan status siaga ini bukan tanpa alasan. BMKG mencatat akumulasi curah hujan dasarian di Jawa Barat sudah melebihi 300 mm di beberapa pos hujan pegunungan, sementara tanah di lereng bukit dan dataran rendah sudah tidak mampu menyerap air tambahan. Monsun Asia membawa massa udara lembab yang sangat kuat, diperkuat oleh daerah konvergensi angin yang memanjang dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah. Sirkulasi siklonik di Samudra Hindia selatan Jawa juga menambah intensitas hujan, terutama pada siang hingga malam hari.
Hujan lebat sering disertai kilat/petir dan angin kencang hingga 40–60 km/jam, yang mempercepat longsor di lereng curam dan luapan sungai kecil. Sungai-sungai besar seperti Citarum, Cisadane, Ciliwung, dan Citanduy berpotensi meluap jika hujan berlangsung lama. Di perkotaan seperti Bandung, Bekasi, dan Depok, sistem drainase yang tersumbat atau tidak memadai membuat genangan air cepat meluas. BMKG memprediksi puncak intensitas hujan terjadi 13–14 Februari, dengan kemungkinan hujan sangat lebat di wilayah selatan dan tengah provinsi.

Wilayah Rawan dan Dampak yang Diantisipasi: BMKG Tingkatkan Status Siaga Banjir Jawa Barat

Wilayah dengan status siaga tertinggi meliputi:
Kabupaten Bogor (Puncak, Cisarua, Ciawi, Jonggol – longsor lereng dan banjir bandang)
Kabupaten Sukabumi (Cicurug, Parungkuda, Sagaranten, Pelabuhan Ratu – longsor dan banjir pesisir)
Kabupaten Cianjur (Cugenang, Cipanas, Pacet – longsor Gunung Gede Pangrango)
Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung (Lembang, Ngamprah, Cililin – genangan perkotaan dan longsor)
Kabupaten Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis (Cisurupan, Cipatujah, Karangnunggal – banjir sungai dan longsor)
Dampak yang diantisipasi mencakup banjir bandang di lereng curam, longsor yang menutup jalan provinsi dan nasional, genangan air hingga 1 meter di kawasan rendah, serta pohon tumbang yang mengganggu listrik dan akses jalan. Di daerah pertanian, sawah dan kebun bisa terendam, mengancam hasil panen. BPBD Jawa Barat sudah menyiapkan posko siaga di setiap kabupaten/kota, lengkap dengan tim evakuasi, perahu karet, dan stok logistik dasar. Masyarakat di zona merah diimbau siap dievakuasi jika hujan berlangsung lebih dari enam jam tanpa henti.

Kesimpulan

Peningkatan status siaga banjir oleh BMKG untuk Jawa Barat pada Februari 2026 menandakan bahwa musim hujan puncak masih menyimpan risiko tinggi. Dengan curah hujan ekstrem dan tanah jenuh, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan genangan air menjadi ancaman nyata bagi warga. Kunci menghadapinya adalah kewaspadaan dini, kepatuhan terhadap peringatan resmi, dan persiapan bersama antara masyarakat, BPBD, serta pemerintah daerah. Pantau terus update cuaca melalui aplikasi Info BMKG, hindari lereng curam dan sungai saat hujan deras, serta siapkan tas darurat. Semoga periode ini berlalu tanpa korban jiwa atau kerugian besar, dan upaya pencegahan bisa terus ditingkatkan untuk musim-musim mendatang. Tetap aman dan ikuti arahan evakuasi jika diperlukan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *