Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Tengah hingga 4 Feb. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperpanjang status siaga cuaca ekstrem untuk Jawa Tengah hingga 4 Februari 2026. Peringatan ini dikeluarkan karena curah hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi setiap hari, disertai kilat/petir dan angin kencang. Hingga pagi 3 Februari, banjir bandang dan longsor sudah terjadi di beberapa kabupaten, merendam ribuan rumah dan memutus akses jalan nasional di lereng Merapi-Merbabu dan lereng Lawu. Debit Sungai Progo, Serayu, dan Bengawan Solo naik drastis, sementara rob air pasang memperparah genangan di pesisir utara seperti Semarang dan Demak. MAKNA LAGU
Wilayah Rawan dan Tingkat Curah Hujan: Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Tengah hingga 4 Feb
BMKG mencatat curah hujan 150–280 mm dalam 24 jam terakhir di wilayah pegunungan dan pesisir utara Jawa Tengah. Wilayah dengan potensi banjir dan longsor tinggi meliputi:
Kabupaten Magelang, Boyolali, Klaten, Sleman (lereng Merapi-Merbabu): longsor menutup akses jalan ke Kaliurang dan Selo.
Kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Sragen (lereng Lawu): banjir sungai dan longsor di lereng curam.
Kabupaten Semarang, Kendal, Batang (pesisir utara): genangan rob hingga 80–120 cm, akses Jalan Pantura terputus di beberapa titik.
Kota Semarang (Kecamatan Genuk, Pedurungan): luapan Sungai Banjir Kanal Barat dan Timur, genangan 50–100 cm.
Bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa masih aktif menarik massa udara basah, ditambah angin monsun baratan yang membawa uap air dalam jumlah besar. Potensi hujan lebat masih tinggi hingga 4 Februari, terutama saat puncak pasang tinggi pukul 04.00–07.00 dan 16.00–19.00 WIB.
Dampak terhadap Masyarakat dan Respons Darurat: Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Tengah hingga 4 Feb
Lebih dari 12.000 jiwa terdampak langsung, dengan sekitar 2.800 keluarga mengungsi sementara ke posko-posko di masjid, sekolah, dan balai desa. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, terutama dari perabot rumah tangga, kendaraan roda dua yang terendam, dan kerusakan sawah serta tambak. Belum ada laporan korban jiwa, namun beberapa warga mengalami luka ringan akibat terseret arus dan serpihan material.
BPBD Jawa Tengah langsung menggelar posko gabungan sejak malam 2 Februari. Petugas menggunakan perahu karet dan truk tinggi untuk evakuasi warga dari rumah-rumah terendam. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan terpal sudah disalurkan ke 15 kabupaten/kota rawan. Gubernur Jawa Tengah memerintahkan percepatan penyedotan air dan pembersihan saluran drainase. TNI-Polri turun membantu distribusi bantuan dan evakuasi di wilayah terisolasi.
Rekomendasi BMKG dan Langkah Antisipasi
BMKG memperpanjang status siaga hingga 4 Februari dengan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi masih mungkin terjadi di Jawa Tengah. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap banjir susulan, longsor di lereng curam, dan pohon tumbang. Rekomendasi utama:
Hindari aktivitas di tepi sungai dan lereng curam saat hujan lebat.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.
Pantau informasi cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG atau radio lokal.
Pemerintah daerah juga diimbau mempercepat normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan relokasi warga dari zona rawan longsor serta banjir rob.
Kesimpulan
Peringatan BMKG tentang cuaca ekstrem hingga 4 Februari 2026 harus menjadi perhatian serius bagi seluruh warga Jawa Tengah. Curah hujan lebat yang dipicu Monsun Asia dan bibit siklon tropis sudah menimbulkan genangan, longsor, dan kerugian di berbagai wilayah. Respons cepat BPBD, TNI-Polri, dan pemerintah provinsi sudah terlihat, namun potensi banjir susulan tetap tinggi. Semoga hujan segera reda dan tidak menimbulkan korban lebih lanjut. Cuaca ekstrem memang ujian berat, tapi kesiapsiagaan dan solidaritas bisa menyelamatkan banyak nyawa. Tetap aman dan saling bantu, Jawa Tengah!