hong-kong-berkabung-3-hari-usai-kebakaran-apartemen

Hong Kong Berkabung 3 Hari Usai Kebakaran Apartemen. Hong Kong memasuki masa berkabung nasional selama tiga hari, mulai Jumat 28 November 2025, usai tragedi kebakaran apartemen terburuk dalam tujuh dekade terakhir. Api yang melahap kompleks perumahan Wang Fuk Court di distrik Tai Po, New Territories, pada Rabu sore 26 November, telah menewaskan 128 orang—mayoritas lansia dan pekerja domestik—dengan 200 lainnya masih hilang. Kebakaran ini, yang dimulai dari satu menara dan menyebar ke tujuh gedung lain, jadi pukulan telak bagi kota yang padat penduduk ini. Pemerintah Hong Kong, di bawah Kepala Eksekutif John Lee, umumkan periode berkabung hingga Minggu, dengan bendera setengah tiang dan pembatalan acara publik non-esensial. Lebih dari 1.200 petugas pemadam kebakaran berjuang mati-matian, tapi panas ekstrem dan runtuhan scaffolding bikin operasi sulit. Ini bukan cuma soal angka korban, tapi pengingat betapa rapuhnya keselamatan di gedung tinggi yang jadi rumah bagi jutaan orang.  REVIEW KOMIK

Kronologi Tragedi yang Mengguncang: Hong Kong Berkabung 3 Hari Usai Kebakaran Apartemen

Api bermula pukul 14.50 waktu setempat di salah satu dari delapan menara Wang Fuk Court—kompleks berusia 40 tahun dengan 2.000 apartemen dan 32 lantai per gedung. Saksi mata bilang, asap hitam tebal langsung membubung, dan dalam hitungan menit, api melompat ke gedung sebelah via bambu scaffolding dan jaring pengaman renovasi. Tujuh dari delapan menara terbakar hebat, dengan suhu capai 1.000 derajat Celsius yang bikin dinding runtuh. Lebih dari 500 warga mengungsi ke sembilan tempat penampungan sementara, sementara 900 orang lain cari tempat aman sendiri. Operasi penyelamatan berlangsung dua hari penuh, tapi Jumat pagi, kepala pemadam kebakaran nyatakan usai—tak ada lagi harapan selamat. Korban termasuk dua pekerja domestik Indonesia yang tewas, dan puluhan kucing serta anjing milik penghuni. Ini kebakaran paling mematikan sejak 1957, saat 59 orang tewas di gedung tenement.

Penyebab Utama: Renovasi yang Berbahaya: Hong Kong Berkabung 3 Hari Usai Kebakaran Apartemen

Investigasi awal tunjuk penyebab utama: material renovasi yang mudah terbakar. Gedung-gedung itu sedang direnovasi, ditutup jaring hijau dan plastik yang tak tahan api, plus busa polystyrene di lift dan dinding luar—semua jadi pemicu api menyebar cepat. Bambu scaffolding, tradisi bangunan Hong Kong sejak dinasti Han, malah bantu api lompat antar gedung. Kepala pemadam Andy Yeung konfirmasi: alarm kebakaran tak berbunyi di ketujuh menara, dan sprinkler gagal karena api dari luar. Departemen Tenaga Kerja Hong Kong bilang kontraktor sudah diperingatkan berulang kali soal praktik tidak aman sejak inspeksi terakhir 20 November. Tiga pria ditangkap Jumat atas dugaan pembunuhan, dan biro anti-korupsi bentuk task force selidiki kemungkinan suap terkait renovasi. Ini soroti celah regulasi: tak ada aturan wajib pakai material tahan api di proyek konstruksi.

Respons Pemerintah dan Solidaritas Warga

Pemerintah Hong Kong gerak cepat: John Lee umumkan masa berkabung tiga hari, batalkan kegiatan publik, dan alokasikan dana darurat. Lebih dari 900 orang kini di tempat penampungan, dengan bantuan makanan dan obat dari Palang Merah. Xi Jinping, pemimpin China, kirim 2 juta yuan untuk bantuan, sementara parlemen tunda debat anggaran agar anggota fokus daerah. Warga tunjuk solidaritas luar biasa: ratusan sukarelawan bagikan barang donasi di dekat lokasi, dan bunga diletakkan di depan stasiun pemadam untuk hormati petugas yang tewas. Seorang warga, Wong (71), cerita istrinya hilang di dalam gedung: “Kami tunggu berita, tapi kota ini bersatu sekarang.” Ini jadi momen refleksi: Hong Kong, dengan populasi tua (seperti Wang Fuk Court yang banyak penghuni lansia), butuh perbaikan keselamatan gedung tinggi.

Kesimpulan

Masa berkabung tiga hari di Hong Kong usai kebakaran Wang Fuk Court jadi simbol duka kolektif atas 128 nyawa hilang—dari api renovasi berbahaya hingga solidaritas warga yang menyentuh. Tragedi ini tak cuma ambil korban, tapi juga dorong perubahan: regulasi ketat material tahan api, fase-out bambu scaffolding, dan investigasi korupsi. Di kota yang padat seperti Hong Kong, keselamatan bukan pilihan—ini keharusan. Dengan bantuan China dan relawan lokal, pemulihan mulai, tapi luka emosional butuh waktu. Semoga masa berkabung ini jadi awal era lebih aman, di mana gedung tinggi tak lagi jadi ancaman. Hong Kong kuat; mereka akan bangkit dari abu ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *