Hujan Lebat Berpotensi Melanda Pulau Jawa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang dapat melanda hampir seluruh Pulau Jawa mulai 20–24 Februari 2026. Prediksi ini didasarkan pada penguatan Monsun Asia dan aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di fase 3–4 yang meningkatkan konveksi di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah. Curah hujan diperkirakan mencapai 100–200 mm dalam 24 jam di beberapa daerah, disertai kilat/petir dan angin kencang. Wilayah yang berpotensi tinggi meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta DKI Jakarta dan Banten. BMKG menilai kondisi ini sebagai puncak musim hujan di Jawa yang berpotensi memicu banjir, longsor, dan banjir bandang, terutama di daerah rawan dengan curah hujan tinggi dan topografi curam. REVIEW FILM
Wilayah Rawan dan Prakiraan Cuaca: Hujan Lebat Berpotensi Melanda Pulau Jawa
Pada periode 20–22 Februari, hujan lebat diprediksi paling intens di wilayah selatan Jawa Barat (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran), Jawa Tengah bagian selatan (Cilacap, Kebumen, Purworejo, Wonogiri), serta Jawa Timur selatan (Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar). Curah hujan ekstrem (>150 mm/hari) berpeluang terjadi di lereng selatan Gunung Slamet, Gunung Lawu, Gunung Wilis, dan Gunung Argopuro. Sementara itu, wilayah utara Jawa seperti Pantura Jawa Tengah (Pati, Kudus, Jepara) dan DKI Jakarta diprediksi hujan sedang hingga lebat dengan potensi genangan.
Untuk 23–24 Februari, intensitas hujan diperkirakan sedikit menurun, tapi masih berpotensi lebat di Jawa Timur bagian timur (Lumajang, Jember, Banyuwangi) dan Jawa Barat bagian timur (Cirebon, Indramayu, Majalengka). BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang hingga 40–50 knot di Selat Sunda dan Laut Jawa selatan, yang bisa memicu gelombang tinggi 2,5–4 meter. Daerah rawan longsor mencakup lereng Gunung Merapi, Merbabu, Lawu, Slamet, dan wilayah pegunungan Priangan dan Tengger.
Dampak dan Antisipasi yang Sudah Dilakukan: Hujan Lebat Berpotensi Melanda Pulau Jawa
Hingga 20 Februari malam, beberapa daerah sudah melaporkan dampak awal: genangan di Jakarta Utara dan Bekasi, longsor kecil di lereng Gunung Gede Pangrango, serta banjir bandang ringan di Cilacap dan Kebumen. BPBD Jawa Tengah dan Jawa Barat sudah menyiapkan posko siaga, perahu karet, dan tim evakuasi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memperpanjang status siaga banjir hingga akhir Februari. Masyarakat diimbau menghindari aktivitas di bantaran sungai, lereng curam, dan daerah rawan longsor. BNPB bersama BMKG menyarankan penggunaan aplikasi Info BMKG dan Siaga Bencana untuk pemantauan real-time. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial menyiapkan dana siaga bencana tahap awal untuk mendukung penanganan cepat.
Kesimpulan
Potensi hujan lebat yang melanda Pulau Jawa pada 20–24 Februari 2026 menuntut kewaspadaan tinggi dari semua pihak. BMKG memprediksi curah hujan ekstrem di wilayah selatan Jawa yang rawan banjir dan longsor, sementara wilayah utara berpotensi genangan. Di tengah Februari 2026, antisipasi dini dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian material. Masyarakat diimbau tidak mengabaikan peringatan dini dan menyiapkan langkah mitigasi sederhana seperti membersihkan saluran air dan menghindari daerah rawan. Semoga hujan kali ini tidak lagi menimbulkan bencana besar, dan semua pihak bisa lebih siap menghadapi pola cuaca yang semakin ekstrem di musim hujan tahun ini.