pramono-meminta-rs-jakarta-melayani-menggunakan-hati

Pramono Meminta RS Jakarta Melayani Menggunakan Hati. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung baru-baru ini menyampaikan pesan tegas kepada seluruh rumah sakit di wilayah ibu kota agar meningkatkan pelayanan dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan penuh empati. Dalam kunjungan kerja ke salah satu rumah sakit umum daerah, Pramono menekankan bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar urusan medis teknis, melainkan harus dilakukan “menggunakan hati” agar pasien merasa dihargai dan didengar. Pernyataan ini muncul di tengah keluhan masyarakat terkait sikap petugas kesehatan yang terkadang terkesan dingin, lambat, atau kurang ramah, terutama di fasilitas pelayanan publik yang melayani pasien BPJS dan masyarakat berpenghasilan rendah. Pesan Pramono langsung menjadi perbincangan karena menyentuh aspek emosional dalam pelayanan kesehatan yang selama ini lebih sering dibahas dari sisi teknis dan anggaran. REVIEW WISATA

Keluhan Masyarakat dan Respons Pramono: Pramono Meminta RS Jakarta Melayani Menggunakan Hati

Banyak warga Jakarta mengeluhkan pengalaman buruk saat berobat di rumah sakit umum, mulai dari antrean panjang yang tidak terkelola dengan baik, sikap petugas pendaftaran yang terkesan cuek, hingga komunikasi dokter yang minim penjelasan sehingga pasien merasa bingung dan tidak dihargai. Pramono menyadari bahwa keluhan ini bukan hanya soal infrastruktur atau jumlah dokter, melainkan juga soal sikap dan empati petugas. Ia menegaskan bahwa rumah sakit milik pemerintah harus menjadi teladan pelayanan prima, bukan tempat yang membuat pasien merasa terpaksa datang karena tidak punya pilihan lain. Dalam kunjungannya, Pramono berbincang langsung dengan pasien dan keluarga yang sedang menunggu, mendengar cerita mereka satu per satu, dan menekankan kepada kepala rumah sakit bahwa setiap pasien harus diperlakukan seperti keluarga sendiri. Ia juga meminta agar petugas kesehatan diberi pelatihan khusus tentang komunikasi empati dan manajemen emosi agar bisa melayani dengan hati meski beban kerja tinggi.

Langkah Konkret yang Akan Dilakukan: Pramono Meminta RS Jakarta Melayani Menggunakan Hati

Pramono tidak hanya berbicara, ia langsung memberikan arahan konkret. Pertama, setiap rumah sakit di Jakarta diminta membentuk tim khusus pelayanan pasien yang bertugas memantau kepuasan pasien secara harian melalui kotak saran, survei singkat, dan pertemuan rutin dengan perwakilan pasien. Kedua, pelatihan soft skill wajib diadakan setiap tiga bulan bagi dokter, perawat, dan petugas administrasi, dengan materi utama komunikasi efektif, pengelolaan keluhan, dan membangun empati. Ketiga, sistem reward dan punishment akan diterapkan: petugas yang mendapat pujian dari pasien akan mendapat penghargaan, sementara yang sering dikeluhkan akan mendapat pembinaan khusus atau sanksi jika terbukti berulang. Pramono juga menjanjikan penambahan fasilitas pendukung seperti ruang tunggu yang lebih nyaman, petugas pendamping pasien lansia dan anak, serta hotline pengaduan yang bisa diakses 24 jam. Ia menargetkan dalam enam bulan ke depan, indeks kepuasan pasien di rumah sakit pemerintah naik signifikan, dan ia siap turun langsung memeriksa jika masih ada keluhan berulang.

Tantangan dan Dukungan yang Dibutuhkan

Meski niatnya baik, tantangan tetap besar. Beban kerja petugas kesehatan di Jakarta sangat tinggi karena jumlah pasien yang terus meningkat, terutama pasien BPJS yang sering datang dengan kasus kompleks dan emosi tinggi. Banyak dokter dan perawat merasa lelah fisik dan mental, sehingga sulit menjaga sikap ramah sepanjang shift. Pramono menyadari hal ini dan berjanji menambah jumlah tenaga kesehatan serta memperbaiki kesejahteraan mereka agar tidak burnout. Dukungan dari kepala rumah sakit dan manajemen juga krusial; tanpa komitmen dari pimpinan, arahan gubernur hanya akan jadi slogan. Masyarakat juga diminta bersikap realistis dan memberikan masukan yang membangun, bukan hanya keluhan destruktif. Jika semua pihak bekerja sama, perubahan sikap pelayanan bisa terwujud dalam waktu relatif singkat.

Kesimpulan

Permintaan Pramono agar rumah sakit di Jakarta melayani dengan hati adalah panggilan yang tepat waktu untuk mengembalikan rasa kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan publik. Langkah konkret seperti pelatihan empati, sistem reward, dan peningkatan fasilitas menunjukkan keseriusan pemimpin daerah dalam menjawab keluhan masyarakat. Meski tantangan besar masih ada, terutama soal beban kerja dan kesejahteraan petugas, inisiatif ini berpotensi mengubah persepsi warga terhadap rumah sakit pemerintah dari tempat terpaksa menjadi tempat yang benar-benar peduli. Jika dijalankan konsisten, Jakarta bisa menjadi contoh bagi daerah lain bahwa pelayanan kesehatan berkualitas tinggi tidak hanya soal alat dan obat, melainkan juga soal hati yang tulus melayani sesama.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *