seorang-istri-dianiaya-suami-hingga-menjadi-buta

Seorang Istri Dianiaya Suami Hingga Menjadi Buta. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menggemparkan terjadi di kawasan Bedahan, Sawangan, Depok, pada 23 Desember 2025. Seorang wanita muda berusia 19 tahun menjadi korban penganiayaan brutal oleh suaminya sendiri yang berusia 20 tahun. Akibat pukulan keras menggunakan ponsel dan tangan kosong, korban mengalami luka parah di mata kiri hingga harus menjalani operasi dan berisiko kebutaan permanen. Pasangan ini baru menikah sekitar dua bulan, membuat kejadian ini semakin menyedihkan dan jadi sorotan akhir tahun. INFO SLOT

Kronologi Penganiayaan: Seorang Istri Dianiaya Suami Hingga Menjadi Buta

Kejadian bermula dari pertengkaran sederhana saat keduanya menginap di rumah kerabat. Pelaku marah karena tidak diperbolehkan meminjam ponsel istrinya untuk bermain game online. Emosi memuncak, ia banting ponsel lalu pukul wajah korban hingga mengenai mata kiri. Tidak berhenti di situ, pelaku juga pukul dengan tangan kosong dan injak paha korban. Korban langsung alami luka robek di pelipis, memar parah di bola mata, serta cedera lain. Ia segera dirujuk ke rumah sakit untuk operasi mata, sementara kondisi mentalnya terguncang berat. Polisi ungkap pelaku saat itu dalam pengaruh narkoba, tambah faktor pemicu kekerasan.

Penangkapan Pelaku dan Proses Hukum: Seorang Istri Dianiaya Suami Hingga Menjadi Buta

Polisi dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Depok gerak cepat tangkap pelaku di rumahnya tanpa perlawanan pada hari yang sama. Ia langsung ditetapkan tersangka dan ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini dijerat Pasal 44 Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara. Penyelidikan masih berlanjut, termasuk pemeriksaan saksi keluarga yang melihat langsung kejadian. Korban dapat pendampingan psikologis dari pemerintah kota, termasuk biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya.

Dampak dan Sorotan Sosial

Kejadian ini picu kemarahan publik, terutama karena korban masih sangat muda dan perkawinan baru berjalan singkat. Luka permanen di mata jadi pengingat betapa destruktifnya KDRT, bukan hanya fisik tapi juga mental jangka panjang. Kasus ini sorot lagi maraknya kekerasan rumah tangga di kalangan pasangan muda, sering dipicu masalah sepele tapi diperparah faktor seperti pengaruh narkoba. Pemerintah daerah beri dukungan penuh, termasuk pemulihan korban, sambil tekankan pentingnya edukasi pencegahan KDRT di masyarakat.

Kesimpulan

Penganiayaan suami terhadap istri hingga berisiko buta permanen di Depok jadi tragedi akhir 2025 yang menyayat hati. Dari pertengkaran kecil soal ponsel, berujung luka berat dan trauma mendalam bagi korban muda. Penangkapan cepat pelaku beri harapan keadilan, tapi ini juga panggilan bagi semua pihak untuk lebih serius tangani KDRT. Pendampingan korban dan proses hukum tegas bisa jadi langkah awal pemulihan, semoga kasus ini kurangi angka serupa di masa depan. Korban butuh dukungan penuh untuk bangkit kembali.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *