trump-ancam-tarif-eropa-soal-greenland-lagi

Trump Ancam Tarif Eropa Soal Greenland Lagi. Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman tarif perdagangan terhadap Eropa terkait isu Greenland pada 23 Januari 2026. Dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Trump bilang Denmark harus menyerahkan kendali Greenland untuk keamanan nasional AS, atau delapan negara Eropa akan kena tarif 10–25% mulai Februari. Ancaman ini muncul setelah kesepakatan awal di Davos gagal maju karena perselisihan soal hak mineral. Pasar langsung bereaksi: euro melemah 0,8% terhadap dolar, dan saham Eropa turun rata-rata 1,2%. Ini jadi isu panas yang bikin ketegangan transatlantik naik lagi, terutama setelah Trump mundur dari ancaman kekerasan sebelumnya. REVIEW WISATA

Latar Belakang Ancaman Baru Trump: Trump Ancam Tarif Eropa Soal Greenland Lagi

Ancaman ini bukan hal baru—Trump pertama kali bilang ingin beli Greenland pada 2019, tapi sekarang lebih serius dengan alasan Arktik sebagai zona strategis melawan Rusia dan China. Menurut Trump, Greenland kaya mineral langka seperti lithium yang dibutuhkan AS untuk baterai EV dan teknologi militer. Ia ancam Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia dengan tarif awal 10% naik jadi 25% pada Juni jika tidak ada kesepakatan. Ini lanjutan dari Davos pekan lalu, di mana framework deal soal hak eksplorasi mineral gagal karena Denmark tuntut referendum rakyat Greenland. Trump bilang Eropa “terlalu lambat” dan “tidak serius”, jadi ancaman tarif kembali muncul untuk tekan negosiasi. Pejabat AS bilang ini strategi bargaining, tapi Eropa sebut itu pemerasan.

Reaksi Eropa dan Sekutu: Trump Ancam Tarif Eropa Soal Greenland Lagi

Uni Eropa langsung respons keras. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bilang ancaman ini “tidak bisa diterima” dan akan balas dengan tarif serupa pada barang AS seperti mobil dan teknologi. Denmark tegas bilang Greenland bukan untuk dijual, tapi siap diskusi kerjasama ekonomi tanpa paksaan. Norwegia dan Swedia sebut ini ancam aliansi NATO, sementara Prancis dan Jerman tuntut dialog transparan. Sekjen NATO Mark Rutte bilang ancaman Trump bisa rusak solidaritas aliansi, terutama di Arktik. Beberapa negara Eropa seperti Hongaria dan Polandia lebih netral, bilang kesepakatan bisa jadi win-win. Di AS, Partai Demokrat kritik Trump sebagai “pemeras internasional”, sementara Republikan dukung karena “America First”. Pasar keuangan bereaksi negatif: saham Airbus dan Volkswagen turun 2–3%, sementara Dow Jones stabil tapi volume perdagangan naik karena ketidakpastian.

Dampak Ekonomi dan Prospek ke Depan

Ancaman tarif ini bisa berdampak besar jika terealisasi. Eropa ekspor barang senilai US$500 miliar ke AS setiap tahun—tarif 10–25% bisa naikkan harga barang seperti mobil, anggur, dan mesin, memicu inflasi di kedua sisi Atlantik. Di AS, impor Eropa seperti mobil BMW dan Mercedes bisa naik harga, memengaruhi konsumen. Greenland sendiri bisa dapat investasi US$15 miliar jika kesepakatan jalan, tapi pemimpin lokal tuntut referendum. Prospek ke depan tergantung negosiasi 60 hari dari Davos. Jika gagal, risiko perang dagang nyata. Analis bilang Trump gunakan ancaman ini sebagai taktik, tapi kalau Eropa tidak mengalah, dampak ekonomi bisa lebih buruk dari perang dagang AS-China 2018. Rusia dan China dukung Eropa, sebut AS ingin ekspansi Arktik.

Kesimpulan

Ancaman tarif Trump ke Eropa soal Greenland lagi-lagi bikin dunia tegang. Di tengah ketegangan geopolitik yang sudah tinggi, langkah ini bisa picu perang dagang baru atau justru kesepakatan besar. Eropa tetap waspada, pasar keuangan volatile, dan dunia menunggu hasil negosiasi 60 hari ke depan. Yang jelas, isu Greenland ini bukti Trump masih gunakan diplomasi bisnis keras untuk capai tujuan—entah berhasil atau boomerang. Pantau terus, karena ini bisa ubah dinamika transatlantik tahun ini.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *