Trump di Davos: Framework Deal Greenland. Presiden AS Donald Trump membuat gebrakan di World Economic Forum Davos pada 22 Januari 2026 dengan mengumumkan framework deal awal soal Greenland. Di tengah tekanan internasional, Trump mundur dari ancaman kekerasan dan tarif tinggi ke Eropa, memilih jalur diplomasi bisnis. Framework ini melibatkan hak eksplorasi mineral Greenland oleh AS dengan imbalan investasi infrastruktur miliaran dolar. Pengumuman ini disambut lega oleh pasar global, tapi Eropa tetap waspada karena detail deal masih kabur. Ini jadi momen kunci di tengah ketegangan Arktik yang makin panas. REVIEW WISATA
Latar Belakang dan Proses Negosiasi Trump di Davos: Trump di Davos: Framework Deal Greenland
Ancaman Trump soal Greenland muncul awal Januari ketika ia tuntut Denmark menyerahkan wilayah itu untuk keamanan nasional AS. Ia sempat bilang “semua opsi terbuka”, termasuk kekerasan, dan ancam tarif 10–25% ke delapan negara Eropa jika tidak ada kesepakatan. Ini picu gejolak pasar: Dow Jones turun ratusan poin, euro melemah, dan kritik keras dari UE yang sebut itu pemerasan. Di Davos, Trump ketemu Sekjen NATO Mark Rutte dan pemimpin UE. Pertemuan itu hasilkan framework deal: AS dapat hak prioritas eksplorasi mineral langka seperti lithium dan uranium, sementara Denmark dapat investasi US$15 miliar untuk infrastruktur Greenland seperti pelabuhan dan energi terbarukan. Deal ini juga integrasikan Greenland ke sistem pertahanan rudal AS untuk lawan pengaruh Rusia dan China di Arktik. Trump bilang ini “win-win” dan bisa jadi model kerjasama global.
Isi Framework Deal dan Manfaatnya: Trump di Davos: Framework Deal Greenland
Framework deal ini punya empat pilar utama: pertama, hak eksplorasi mineral oleh perusahaan AS seperti Tesla dan Boeing dengan royalti 20% ke Denmark. Kedua, investasi infrastruktur US$15 miliar dalam 5 tahun untuk bangun pelabuhan, bandara, dan jaringan listrik hijau di Greenland. Ketiga, kerjasama keamanan: integrasi Greenland ke “Golden Dome” pertahanan rudal AS untuk lindungi dari ancaman balistik. Keempat, jaminan kedaulatan: Greenland tetap bagian Denmark dengan referendum rakyat untuk setiap perubahan besar. Trump bilang deal ini bisa ciptakan ribuan pekerjaan di Greenland dan tingkatkan ekonomi Denmark. Denmark setuju karena tekanan ekonomi setelah ancaman tarif, tapi tuntut jaminan lingkungan agar tambang tidak rusak ekosistem Arktik. UE ikut awasi agar deal ini tak jadi preseden pemerasan.
Reaksi Dunia dan Dampak Ekonomi
Reaksi beragam. Eropa lega karena tarif batal, tapi skeptis karena deal masih awal. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bilang ini “langkah positif tapi butuh transparansi”. Greenland tolak ide penjualan, tapi pemimpin lokal bilang investasi bisa bantu ekonomi asalkan ada referendum. Rusia dan China kritik AS pakai kekuatan ekonomi untuk ekspansi. Dampak ekonomi positif: saham perusahaan tambang naik, euro menguat 1,2%, dan Dow Jones rebound 450 poin. Tapi analis ingatkan risiko jika negosiasi macet—tarif bisa kembali. Pasar tetap volatile sampai detail deal jelas dalam 60 hari.
Kesimpulan
Framework deal Greenland yang diumumkan Trump di Davos jadi sinyal de-eskalasi setelah ancaman tarif Eropa. Dengan hak mineral dan investasi infrastruktur sebagai inti, deal ini berpotensi jadi model kerjasama Arktik tapi masih butuh detail lebih lanjut. Eropa lega tapi waspada, pasar stabil, dan dunia menunggu hasil negosiasi. Ini bukti Trump masih gunakan diplomasi bisnis untuk capai tujuan, tapi kesuksesan tergantung inklusi dan transparansi. Semoga deal ini benar-benar bawa manfaat tanpa konflik baru. Pantau terus—Davos 2026 jadi panggung besar untuk perdamaian global.